Suara dari Seberang
Hujan di pelupuk matamu
Derai rindu yang tak terbendung
Benteng kokoh tersambar jeritanmu
Oh, kasih...
Bersabarlah
Tuhan kan ciptakan
Sebuah jembatan yang melintang,
Di antara rinduku dan rindumu
Di antara telaga rindu kita
Kelak kita kan bertemu
Kembali bersama
Tapi...
Tidak
Tidak sampai hatiku, bila kupinta
kau dan aku dipertemukan oleh-Nya
Dan percuma hujanmu kian menderas
Derainya kian menerabas dinding kokohmu
Karena ini soal takdir
Aku akan menunggu
Menjaga, mengawasimu dari nirwana
Ini hanya soal waktu
Poem By: Ramadhanti Fadhillah