Jumat, 27 Januari 2017

Puisi Biru

Suara dari Seberang
Hujan di pelupuk matamu Derai rindu yang tak terbendung Benteng kokoh tersambar jeritanmu Oh, kasih... Bersabarlah Tuhan kan ciptakan Sebuah jembatan yang melintang, Di antara rinduku dan rindumu Di antara telaga rindu kita Kelak kita kan bertemu Kembali bersama Tapi... Tidak Tidak sampai hatiku, bila kupinta kau dan aku dipertemukan oleh-Nya Dan percuma hujanmu kian menderas Derainya kian menerabas dinding kokohmu Karena ini soal takdir Aku akan menunggu Menjaga, mengawasimu dari nirwana Ini hanya soal waktu Poem By: Ramadhanti Fadhillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar